Program Studi Magister Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jember (UNEJ) menggelar kegiatan Open Discussion bersama mahasiswa pada Rabu (6/5). Kegiatan yang berlangsung di Ruang ESAC, Jurusan Biologi FMIPA UNEJ tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Biologi dan dihadiri oleh seluruh mahasiswa Magister Biologi, mulai dari mahasiswa semester pertama hingga mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah komunikasi dua arah antara pengelola program studi dan mahasiswa. Melalui forum yang berlangsung dalam suasana terbuka dan interaktif, para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi, kendala, serta masukan terkait penyelenggaraan akademik dan pengembangan Program Studi Magister Biologi.
Ketua Program Studi Magister Biologi dalam sambutannya menegaskan bahwa Open Discussion merupakan langkah strategis untuk membangun budaya komunikasi yang sehat dan partisipatif. Menurutnya, berbagai persoalan akademik yang dihadapi mahasiswa perlu didengar secara langsung agar dapat dipetakan dan dicarikan solusi yang tepat. Dengan demikian, proses pembelajaran dan penyelesaian studi dapat berjalan lebih optimal. “Forum ini menjadi ruang bersama untuk mendiskusikan berbagai hal yang berpotensi mengganggu aktivitas akademik mahasiswa. Melalui dialog terbuka, kami berharap setiap permasalahan dapat diidentifikasi sejak dini dan ditindaklanjuti secara konkret,” ujarnya.
Selama sesi diskusi, mahasiswa menyampaikan beragam aspirasi yang mencerminkan kebutuhan mereka dalam menjalani proses studi. Salah satu isu yang banyak mendapat perhatian adalah keterbukaan informasi mengenai berbagai skema beasiswa yang tersedia di tingkat pascasarjana. Mahasiswa mengusulkan agar informasi terkait jenis beasiswa, mekanisme pendaftaran, hingga peluang pendanaan riset dapat disajikan secara lebih sistematis dan mudah diakses.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti perlunya peningkatan akses informasi mengenai laboratorium dan kelompok riset di lingkungan Magister Biologi. Kegiatan seperti open laboratory dan pengenalan kelompok riset dinilai penting, terutama bagi mahasiswa baru, agar mereka dapat memahami arah penelitian dan menentukan minat riset sesuai bidang yang diminati.
Aspek akademik lainnya yang menjadi bahan diskusi meliputi perubahan jadwal perkuliahan yang terkadang terjadi secara mendadak, kesesuaian materi perkuliahan dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), transparansi informasi terkait pembimbing dan kelompok riset, hingga mekanisme monitoring serta evaluasi kemajuan tugas akhir. Mahasiswa berharap adanya sistem komunikasi yang lebih efektif agar setiap informasi akademik dapat diterima secara cepat dan merata.
Di sisi lain, penguatan media informasi dan promosi Program Studi Magister Biologi juga menjadi perhatian bersama. Peserta diskusi mengusulkan agar materi promosi tidak hanya menampilkan prestasi akademik, tetapi juga memuat informasi mengenai beasiswa, profil kelompok riset, kegiatan laboratorium, serta kiprah alumni. Pengembangan media digital, termasuk optimalisasi media sosial dan pembuatan konten edukatif, dipandang dapat meningkatkan visibilitas program studi sekaligus memberikan informasi yang lebih lengkap bagi calon mahasiswa.
Forum tersebut juga menghasilkan berbagai gagasan pengembangan kapasitas mahasiswa, seperti penyelenggaraan pelatihan peningkatan kompetensi, sertifikasi keahlian, hingga kursus Bahasa Inggris yang dapat mendukung kebutuhan akademik dan profesional lulusan. Untuk memastikan berbagai usulan dapat ditindaklanjuti, peserta dan pengelola program studi sepakat perlunya penyusunan timeline kegiatan serta penetapan penanggung jawab untuk setiap program yang akan dikembangkan.
Melalui penyelenggaraan Open Discussion ini, Program Studi Magister Biologi FMIPA UNEJ menunjukkan komitmennya dalam menciptakan tata kelola akademik yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Aspirasi yang terhimpun diharapkan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan dan program pengembangan di masa mendatang, sehingga tercipta lingkungan akademik yang semakin kondusif, transparan, dan mendukung keberhasilan studi seluruh mahasiswa.

