Perkuliahan Mata Kuliah Struktur dan Fungsi Organisme pada pertemuan ke-3 (Senin, 31 Agustus 2026) menghadirkan alumni Magister Biologi sebagai narasumber, Abdullah Maulana Farhan, S.Si., M.Si. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana interaktif tersebut secara khusus membahas kajian mengenai Gymnema sylvestre, yang telah dikembangkan menjadi karya ilmiah dan dipublikasikan pada jurnal nasional SINTA 2. Perkuliahan ini diampu oleh tim dosen yaitu Dr. Sattya Arimurti dan Mukhamad Su’udi, Ph.D. Kehadiran alumni sebagai narasumber menjadi bagian dari upaya menghubungkan materi perkuliahan dengan pengalaman nyata dalam proses penelitian, pengolahan data, hingga publikasi karya ilmiah.
Dalam sesi pemaparan, Abdullah menjelaskan berbagai aspek yang berkaitan dengan Gymnema sylvestre, khususnya potensi tanaman tersebut yang dikenal memiliki kemampuan dalam memengaruhi persepsi rasa manis dan metabolisme gula. Pembahasan juga diarahkan pada bagaimana suatu topik penelitian dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah meskipun peneliti menghadapi keterbatasan dalam memperoleh bahan atau data secara langsung.
Salah satu sesi yang menarik perhatian mahasiswa adalah diskusi mengenai ketersediaan Gymnema sylvestre di Indonesia. Fitrotil, salah satu mahasiswa, mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana memperoleh data penelitian apabila Gymnema sylvestre belum ditemukan di Indonesia. Menanggapi pertanyaan tersebut, narasumber menjelaskan bahwa keterbatasan akses terhadap organisme atau bahan penelitian tidak selalu menjadi hambatan untuk menghasilkan karya ilmiah. Menurut Abdullah, saat ini tersedia berbagai open database yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi dan data ilmiah. Database seperti PubChem dan berbagai sumber data terbuka lainnya dapat digunakan untuk menelusuri informasi mengenai senyawa, struktur molekul, aktivitas biologis, maupun informasi lain yang relevan. Data tersebut selanjutnya dapat dianalisis dan dikembangkan sesuai dengan pertanyaan penelitian, tentunya dengan memperhatikan validitas sumber dan kaidah ilmiah.
Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh Angga, yang menyoroti kemungkinan pengembangan Gymnema sylvestre apabila di kemudian hari terbukti memiliki potensi sebagai “sugar killer” atau memiliki kemampuan yang signifikan dalam membantu pengendalian gula. Angga menanyakan apakah tanaman tersebut dapat dibudidayakan dan diperbanyak secara massal apabila potensinya telah terbukti. Menjawab pertanyaan tersebut, narasumber menjelaskan secara detail bahwa sangat memungkinkan untuk dilakukan budidaya dan perbanyakan secara massal, apabila tanaman tersebut telah ditemukan dan tersedia sumber bahan yang memadai. Pengembangan lebih lanjut tentu membutuhkan kajian mengenai teknik perbanyakan, kondisi tumbuh, ketersediaan bahan tanam, serta aspek keamanan dan efektivitasnya. Dengan demikian, pembuktian ilmiah mengenai potensi Gymnema sylvestre dapat menjadi tahap awal untuk membuka peluang penelitian lanjutan hingga pengembangan tanaman secara lebih luas.
Pada akhir perkuliahan, Mukhamad Su’udi, sebagai dosen pengampu yang hadir, menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi dan semakin terbukanya akses terhadap berbagai database ilmiah memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk belajar dan melakukan penelitian. Banyaknya data open source yang tersedia saat ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan dan pengajaran maupun sebagai sumber dalam pengembangan karya ilmiah.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mampu memanfaatkan sumber data, berdiskusi secara kritis, serta melihat peluang penelitian dari berbagai persoalan ilmiah yang ada.


