Lewat Bina Desa, HIMABIO Harapkan Desa Klungkung Lebih Baik

Himpunan Masiswa Biologi (HIMABIO) sukses melaksanakan kegiatan “Bina Desa” yang merupakan annual event sejak tahun 2000. Kegiatan yang dilaksanakan  pada tanggal 27 hingga 28 Oktober 2018 ini, diikuti oleh sekitar 130 mahasiswa dan beberapa tim dosen. Kegiatan ini merupakan wujud pengamalan tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat secara nyata dan langsung. Disamping itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah di pelajari, serta mengenalkan kehidupan masyarakat diluar kampus kepada mahasiswa baru.

Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi. “Desa ini dipilih sebagai desa binaan karena merupakan salah satu desa yang dianggap 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), selain itu juga karena melanjutkan dari program dua tahun yang lalu” ungkap Dinasty Purnamasari selaku Ketua HIMABIO.  Berjarak sekitar 19 KM dari pusat kota dan dengan keadaan geografis pegunungan, membuat kondisi desa ini lebih sulit. “Saat dua tahun yang lalu itu, kondisi jalanan desa masih rusak karena lokasinya kan berada dibawah lereng Gunung Argopuro. Faktor kondisi jalan dan transportasi yang masih sangat sederhana ini membuat ekonomi masyarakat juga rendah akibatnya distribusi ke kota menjadi susah” kenangnya. Namun di tahun 2017, kondisi jalan sudah diperbaiki dan perekonomian sudah mulai meningkat.

Kegiatan ini diawali dengan penggalangan dana, sembako, dan barang-barang yang masih layak pakai seperti buku bacaan, sepatu, ataupun tas. Barang-barang tersebut digunakan dan didistribusikan pada kegiatan bakti sosial dan bina sekolah. Bakti sosial dilakukakan pada  sekitar 40 Kepala Keluarga dari tiga dusun (Dusun Krajan, Gendir, dan Kemujen). Sedangkan, bina sekolah dilakukan di beberapa sekolah yaitu Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1, SDN 2, dan SDN 3 Klungkung, serta MTS Nurul Yaqin. Jumlah siswa di sekolah tersebut masih dibawah rata-rata. Jumlah keseluruhan siswa SDN 1 Klungkung hanya 70-80 siswa, SDN 2 Dusun Gendir terdapat 40 siswa, dan SDN 3 terdapat 27 siswa. Sedangkan jumlah siswa MTS Nurul Yaqin sebanyak 35 siswa.  Jumlah siswa yang sedikit disebabkan karena KK di dusun tersebut hanya sedikit dan minat sekolah juga masih kurang.

Beberapa dosen dan mahasiswa memberikan materi di sekolah-sekolah tersebut. Arif Mohammad Siddiq S.Si., M.Si, salah satu dosen Biologi memberikan materi mengenai pemisahan sampah organic, anorganic dan B3. Selain itu materi mengenai serangga sederhana yg bermanfaat, bahan pengawet pada makanan dan apotik hidup juga  diberikan. Pemberian materi tersebut di harapakan dapat memberi wawasan baru dan bermanfaat bagi siswa Pada tahun ini, HIMABIO  membangun taman baca di SDN 3. Sedikitnya siswa menyebabkan sedikitnya pula minat baca, sehingga dengan dibangunnya taman baca tersebut diharapkan mampu menambah minat baca siswa dan orang tua termotivasi untuk menyekolahkan anaknya.

Selain bakti sosial dan bina sekolah, kegiatan penghijauan dilakukan untuk menambah jumlah tumbuhan yang ada. Permohonan 1000 bibit pada BAPEDA (Badan Pembibitan Daerah Aliran Sungai) digunakan untuk penanaman di wilayah irigasi yang rawan longsor dan banjir di dusun Kemujan. Jenis bibit tanaman yang digunakan terdiri dari 240 sengon, 100 jati , 100 mahoni, dan sisanya bibit tanaman buah-buahan seperti nangka, durian, dan lainnya sebagai tanaman peredu. Tak hanya melakukan penanaman pohon, kegiatan controling tanaman yang sudah ditanam juga dilakukan oleh HIMABIO untuk mengetahui perkembangan tanaman yang telah ditanam. Kondisi dari tanaman tersebut difoto kemudian dilaporkan ke BAPEDA. Kegiatan ini akan terus berlanjut serta dilihat perubahan 2-3 tahun lagi. Jika ada perubahan menjadi lebih baik, maka lokasi bakti sosial ini akan dipindah ke desa lain yang lebih membutuhkan.

 

 

 

Tags