Program Studi Magister Biologi sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Literasi Keuangan: Financial Planning for Personal Life Goals” sebagai upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan civitas akademika dengan antusias, serta menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang literasi keuangan.
Webinar dibuka oleh pembawa acara, Anggiza Putri Maharani, yang memandu jalannya acara dengan baik. Sesi pembukaan diawali dengan pembacaan basmalah sebagai bentuk harapan agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Program Studi Magister Biologi, Mukhamad Su’udi, Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa webinar ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa, khususnya dalam membangun pondasi dan mindset yang tepat mengenai pengelolaan keuangan. Menurutnya, kemampuan mengatur keuangan secara bijak akan membantu mahasiswa dalam merancang masa depan yang lebih terjamin. Beliau juga menegaskan bahwa literasi keuangan bukan hanya relevan bagi mahasiswa yang berasal dari bidang ekonomi dan bisnis, tetapi juga penting bagi semua kalangan, termasuk mahasiswa biologi. “Pengelolaan keuangan merupakan keterampilan hidup yang harus dimiliki setiap individu agar dapat mengambil keputusan finansial secara bijak,” ungkapnya.
Sesi inti berupa pemaparan materi disampaikan oleh Indah Shofiyah, S.Si., M.Sc., dengan moderator Waki’atil Rosida, S.Si., M.Si. Dalam paparannya, Indah menjelaskan berbagai aspek penting terkait perencanaan keuangan pribadi. Ia menekankan bahwa perencanaan keuangan merupakan langkah awal untuk mencapai tujuan hidup secara terukur dan berkelanjutan. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya perencanaan keuangan, penentuan tujuan dan prioritas finansial, alasan mengapa pengelolaan keuangan perlu dilakukan sejak dini, serta pentingnya instrumen perlindungan dan pengembangan aset seperti asuransi dan investasi. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada gambaran kurva financial journey, yang menjelaskan perjalanan seseorang dalam mencapai kemandirian finansial di berbagai fase kehidupan.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Beberapa topik yang dibahas antara lain cara membedakan antara kebutuhan dan keinginan, pilihan investasi yang sesuai bagi mahasiswa, kriteria dana darurat yang ideal dan likuid, serta strategi menabung yang efektif bagi mahasiswa dengan keterbatasan pemasukan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan tingginya kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya literasi keuangan sejak usia muda. Dalam closing statement-nya, Indah Shofiyah menyampaikan apresiasi kepada para peserta, khususnya mahasiswa, yang telah menunjukkan kepedulian terhadap pengelolaan keuangan pribadi. Ia menilai kesadaran finansial sejak usia muda merupakan modal besar untuk merancang masa depan yang lebih baik. Ia juga menjelaskan tiga fase kehidupan terkait keuangan. Fase pertama adalah ketika seseorang bekerja untuk mendapatkan uang. Pada fase kedua, sekitar usia 40–60 tahun, manusia dan uang mulai bekerja secara seimbang atau 50:50. Sementara pada fase ketiga, yakni usia 60 tahun ke atas, uang diharapkan dapat bekerja sepenuhnya untuk manusia melalui investasi yang tepat dan terencana.
Sebagai concluding remark, Ketua Jurusan Biologi, Dr. Asmoro Lelono, menegaskan kembali bahwa pengelolaan keuangan merupakan hal yang penting bagi semua orang tanpa memandang latar belakang keilmuan. Beliau mengingatkan peserta dengan sebuah kutipan sederhana namun bermakna, yaitu “Beli yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan.” Menurutnya, mahasiswa perlu mulai berpikir dan merencanakan pengelolaan keuangan sejak sekarang agar kondisi finansial di masa depan dapat lebih terukur dan terarah.
Acara diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama dan penutupan dengan pembacaan hamdalah. Webinar ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi keuangan di kalangan mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan finansial di masa depan.



